Batu Nisan Daeng Celak

Tok Syeikh berkata

Asalam mualaikum Semua !!!.Makam ini memang Makam Daeng Celak bin Upu Daeng Rilaka.Semua orang di Tanjung Bidara Melaka berceritakan makam ini adalah Makam Daeng Celak.Memang tidak menghairan kan kerana Negeri ini dulu dalam Jajahan Negeri Linggi atau Lingga.Satu kilometer dari Tanjung Bidara(Makam Ini) adalah Pengkalan Balak atau nama dulu nya Popular Sungai Tuang…Sungai Tuang adalah Kubu Kuat Daeng Kemboja bin Daeng Perani….Datuk aku juga tu !!! kerana anak nya Raja Khatijah binti Daeng Kemboja adalah isteri kepada Maulana Sayyid Ahmad Ismail…datuk ku yang..ke 5.(moyang aku,punya moyang).Negeri yang di maksud kan ialah Negeri Linggi…dari arah Barat Bandar Melaka,hingga ke Lukut,terus ke Penajis,Terus ke Rembau,terus ke Tampin dan balik ke Bandar Melaka….negeri lama ini meliputi Separoh dari Negeri Melaka sekarang….malah lebih besar dari Negeri Melaka !!!.Raja nya yang Pertama ialah DAENG CELAK dan Raja ke 2 ialah DAENG KEMBOJA….Setelah Melaka di faraid kan olih INGGERIS…Negeri ini di bahagi 2 bahgian….sebahgian Negeri MELAKA dan sebahgian di FARAID KAN ke NEGERI SEMBILAN…..Sebab itu lah SEMUA ORANG ASAL PORT DICKSON,Beradat kan ADAT TEMENGGUNG.Bercakap loghat RIAU,sama dengan orang Melaka…….ANGKARA PENJAJAH !!!.

Makam Pak Syeikh itu,penduduk mengenali dengan nama SYEIKH ABDUL KARIM.Nama sebenar nya ialah HABIB ZAINUDIN adik kepada Habib Noh,Singapura…2 hari yang lepas saya menerima Talipon dari Singapura..(DARI KELUARGA HABIB NOH),mengatakan mereka memang mencari Makam Habib Zainudin tapi belun jumpa !!!.Dan sekarang sudah jumpa !!!,Saya memang menunggu keluarga Habib ini yang akan datng dari Singapura untuk mengistiharkan Makam ini sebagai MAKAM HABIB ZAINUDIN !!.

RIWAYAT HIDUP DAENG CELAK (1665-1745) M.

Daeng Celak atau Daeng Pali lahir pada tahun 1665 m di Luwok,Sulawesi Selatan.Bapa nya ialah Upu Tanderi Borang Daing Rilaka bin Upu Lamdu Sallat.Raja Landu Sallat adalah Raja Bugis Luwok pertama masuk Islam.Di Islam kan olih Maulana Sayyid Husin Jamadil Kubra pada tahun 1380 M.Dari Upu Daeng Rilaka lahir lah ;

1.Upu Daeng Perani…wafat di Kedah…makam nya ada di sana.

2.Upu Daeng Marewah ..wafat pada 7 ogos 1728…wafat di Riau.

3 Upu Daeng Celak …Wafat pada 1745…makam di Melaka.

4.Upu Daeng Manambo

5.Upu Daeng Kamasi

6 Datu Ri Watu ..Ratu TOPAMANA..(perempuan)

Daeng Celak berkawin dengan Tengku Mandak binti Al Marhum Sultan Abdul Jalil Riaayat Syah,Johor (Bendahara Tun Habib Abdul Majid) pada tahun 1712 m melahirkan :

1.Tengku Putih binti Daeng Celak

2.Tengku Hitam binti Daeng Celak

3.Tengku Bulang binti Daeng Celak

Isteri ke 2,Daeng Celak…Daeng Maasik binti Arung Palai melahir kan :

1.Al Syahid Raja Haji …Yamtuan Muda Riau ke 4

2.Raja Lumu (Sultan Salehudin)..Sultan Selangor Pertama.

3.Raja Halimah

4 Raja Hafsah Halimah

Daeng Celak wafat pada tahun 1745 m .Di kata kan beliau wafat di Riau tetapi Makam nya ada di Tanjung Bidara,Melaka….Ini lah yang menjadi persoalan nya.Saya juga merasa hairan kerana Makam beliau ada di Tanjung Bidara.Kalau ikut kan Sejarah lama,memang kawasan Tanjung Bidara adalah Negeri Beliau,iaitu Negeri Linggi.Dan beliau juga ORANG YANG MEMBUKA TANJUNG BIDARA.Apa pun kita tunggu reaksi dari RIAU.Kalau di ikut kan sejarah Makam Raja Haji Syahid Fisabillah berada di Telok Ketapang..nama lama Telok Mas,Melaka…tetapi telah di pindah kan ke RIAU.

Cerita nya begini…Dalam Nasab Besar saya memang ada Nama Daeng Celak kerana Perkhawinan Maulana Sayyid Ahmad Ismail dengan Raja Siti Khatijah binti Daeng Kemboja melahir kan Sayyid Umar Saad.Sayyid Umar Saad pula berkawin dengan Daeng Siti Kamisah binti Raja Mohamad bin Raja Ali Haji bin Raja Raja Ahmad bin Raja Haji bin Daeng Celak….Ini dalam Keturunan saya !!!.
Dalam keturunan isteri saya Raden Syarifah Normala pula…Adek Daeng Siti Kamisah, Raden Bagiah berkawin dengan Raden Bular…moyang saudara isteri saya !!.Seorang lagi Adek Daeng Siti Kamisah,Daeng Sapiah berkawin dengan Raden Lohor…moyang isteri saya !!!.Jadi semua mereka Nenek Moyang KAMI ( Saya dan Isteri saya).Kami kawin Keluarga…!!!!.

Bapa mentua saya pernah cerita kan di Tanjung Bidara,hampir keseluruhan nya KELUARGA BELIAU.Saya belajar lagi Ilmu Tasauf Tariqat TQN, dengan Seorang Guru Ugama di Tanjung Bidara.Jadi ustaz kami ada cerita kan asal usul orang Tanjung Bidara,iaitu berasal dari keturunan Daeng Celak.Saya pun cerita bab asal usul kami…apa lagi pecah lah cerita,isteri saya,saya dan guru kami ada hubungan keluarga.Jadi Ustaz tunjukan Makam SEBENAR DAENG CELAK….Saya tidak terkejut pun kerana saya dah tau…Tanjung Bidara adalah dalam Negeri Linggi..pada zaman dahulu…sebelum INGGERIS FARAID KAN.Sebahgian negeri ini di beri kan kepada Melaka dan sebahgian lagi di serah kan ke Negeri Sembilan…..

Kalau anda ke Tanjung Tuan….jalan yang akan anda lalui ialah di Segenting Camp (jalan tepi),hingga ke Blue Lagun…ini adalah Negeri Sembilan….Masuk sahaja Kawasan Tanjung Tuan…kawasan Tanjung Tuan dalam Daerah Alor Gajh ,Melaka !!!!.Bagaimana bolih jadi bagini ?????.Seperti yang saya tulis di atas !!!.Negeri Linggi/Lingga dari Sungai Udang,Melaka….terus ke Sepang Selangor,membawa separoh Daerah Rembau,terus ke Tampin dan balik ke Sungai Udang,Melaka……dahulu TIADA ..Daerah Alor Gajah…yang ada hanya lah Naning…Naning adalah sebahgian dari Negeri Linggi ini…..Pada asal nya memang Negeri Linggi dan Rembau juga Sungai Ujung (SEREMBAN)…dalam Jajahan Takluk Empayar Kesultan Melaka…tapi…dah di PECAH PERINTAH olih Penjajah Portugis,Belanda dan akhir nya Inggeris !!!!.Sama lah macam CERITA NUJUM PAK BELALANG !!!.Satu untuk engkau,satu untuk aku…dua untuk engkau,dua untuk aku…..Di Faraid nya negeri kita macam NEGERI MAK, BAPAK MEREKA !!!!.Bila kita lawan mereka di kata nya kita LANUN LAH,PEROMPAK LAH.PENDERHAKA LAH…dan sebagai nya !!!.

Tujuan kami (saya dan Karimon ) keluarkan BIAR MEREKA YANG DI RIAU ATAU SESIAPA KETURUNAN DAENG CELAK,mencari dan membuat kajian terperinci UNTUK MENCARI KEBENARAN TENTANG MAKAM INI !!!!Yang jelas tertulis nama di hazrat nya “DAENG CELAK”.

Bagi saya dan Karimon juga lain lain yang dah tau,ini Makam Daeng Celak…tak masaalah !!!,aku pun dah pakat pakat dengan yang lain lain nya untuk MEMULIHARA dua Makan Bersejarah ini,yang sememang nya MAKAM NENEK MOYANG KAMI !!!!.

karimon berkata
29 Julai 2010 pada 11.55p07

Petikan yang saya perolehi dari sumber internet mengenai Daeng Celak
Daeng Marewa (kadang-kadang juga ditulis dengan ‘h’: Daeng Marewah),
Siapakah dia?

Bagi kebanyakan orang, termasuk mereka yang tinggal di Kepualauan Riau dan sekitarnya—juga Johor, Pahang, Selangor dan Kedah di wilayah Tanah Semenanjung Melayu (Malaysia), saat ini nama Daeng Marewa hampir tak lagi dikenal. Padahal, sejarah mencatat, Daeng Marewa adalah Yamtuan Muda alias Yang Dipertuan Muda Riau I. Jabatan setingkat Perdana Menteri itu ia sandang selama sekitar tujuh tahun (1721-1728), dan setelah ia mangkat posisinya digantikan sang adik, Daeng Celak (1728-1745).
Siapakah sesungguhnya Daeng Marewa—juga Daeng Celak—dan bagaimana mereka boleh duduk di tampuk tertinggi kekuasaan Kesultanan Melayu? Bukankah dari nama gelar (Daeng) yang mereka sandang, dan boleh dikaitkannya dengan kebangsawan Bugis-Makassar? Memang, Daeng Marewa dan Daeng Celak adalah dua di antara lima bersaudara “satria” Bugis-Makassar, putra Opu Tenri Borong Daeng Rilakka. Tiga saudara mereka yang lain adalah Daeng Perani, Daeng Manambung, dan Daeng Kamase.

Lima bersaudara keturunan bangsawan-petualang Bugis-Makassar, meminjam istilah sejarawan Taufik Abdullah, inilah yang ikut berperang penting dalam mengangkat marwah Kesultanan Melayu (Riau-Johor) pada abad XVIII. Berkat mereka, Kesultanan Melayu (saat itu berpusat di Johor, sehingga sejarah pun mencatatnya sebagai Kesultanan Melayu-Johor) boleh diselamatkan dari kehancuran akibat pendudukan Raja Kecil dari Siak. Ketika itu, Raja Kecil—yang mengklaim sebagai keturunan (alm) Sultan Mahmud Shah II—menuntut hak atas tahta di Johor. Dibantu orang-orang Minangkabau, pada Mac 1718, Raja Kecil berhasil menguasai istana Kesultanan Melayu-Johor, menyusul terbunuhnya Raja Muda Mahmud. Riau kepulauan dan sekitarnya pun, termasuk Lingga dan Bintan yang juga pernah jadi pusat kekuasaan Kesultanan Melayu, ikut dikuasai pasukan Raja Kecil.

Pihak kerabat Istana Johor yang melarikan diri ke Pahang lalu berpaling kepada pengembara Bugis-Makassar yang kala itu memang sudah dikenal sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Selat Melaka. Pilihan jatuh pada kekuatan lima bersaudara yang dipimpin Daeng Perani berserta para pengikutnya. Johor pun jadi ajang persaingan kekuasaan antara orang-orang Minangkabau, Bugis-Makassar, dan Melayu. Setelah melalui serangkaian pertempuran laut yang seru, orang-orang Bugis-Makassar berhasil menghalau kekuatan Raja Kecil. Istana Johor juga bisa direbut kembali. Sebagai kompensasi atas jasa-jasa mereka, Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah (1721-1760) yang dilantik sebagai penguasa Johor menetapkan semacam kuasa bersama antara Melayu dan Bugis-Makassar atas kedaulatan Kesultanan Melayu-Johor.

Satu di antara lima bersaudara tersebut, Daeng Marewa, bahkan diberi kekuasaan khusus sebagai Yamtuan Muda alias Raja Muda di Riau. Adapun Daeng Perani—yang kelak jadi Raja Muda di Selangor—dan Daeng Celak kemudian dikawinkan dengan saudara-saudara Sultan Johor. Setelah Daeng Marewa wafat pada 1728, Daeng Celak tampil sebagai Yang Dipertuan Muda Riau II (1728-1745), sebelum akhirnya ia digantikan Daeng Kamboja—anak Daeng perani—sebagai Yang Dipertuan Muda Riau III. Hingga Kesultanan Melayu-Riau dibubarkan oleh Belanda pada 3 Februari 1911, jabatan Yang Dipertuan Muda Riau selanjutnya dipegang oleh anak cucu Daeng Celak yang sudah merupakan keturunan Melayu-Bugis-Makassar.

Tidak seperti leluhur mereka yang asli Bugis-Makassar, anak-anak berdarah Melayu-Bugis-Makassar ini tak lagi menyandang gelar daeng sebagai ciri kebangsawan mereka, tetapi tampil dengan gelar kebangsawanan baru: “raja”! Raja Haji Fisabilillah sebagai Yang Dipertuan Muda Riau IV tercatat sebagai penguasa pertama dari garis keturunan Melayu-Bugis-Makassar. Bagaimana “karier” Daeng Manambun dan Daeng Kamase? Tuhfat al-Nafis yang ditulis Raja Ali Haji—pada episode tentang sejarah dan silsilah Melayu-Bugis—menyebutkan, “Daeng Manambun menjadi raja di Mempawah (di Pulau Kalimantan—pen) bergelar Pangeran Emas Surya Negara… adapun Daeng Kamase berkuasa di negeri Sambas bergelar Pengeran Mangkubumi.”

Ketika Daeng Chelak berada di Kuala Selangor penduduk Kuala Selangor memohon kepada beliau supaya terus menetap di situ sahaja. Walau bagaimanapun, Daeng Chelak telah menamakan salah seorang daripada puteranya, iaitu Raja Lumu, datang ke Kuala Selangor. Waktu inilah datang rombongan anak buahnya dari Riau memanggil Daeng Chelak pulang ke Riau dan mangkat dalam tahun 1745.

About these ads

Perihal pakcikli00

Saya adalah dukun asmara
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

14 Responses to Batu Nisan Daeng Celak

  1. anak keturunan bugis says:

    apa terjadi dgn daeng kemboja iaitu keturunan daeng parani.?

  2. anak keturunan bugis says:

    oh ya dan rasa ingin tahu mengenai adik beradik habib noh seperti Syarifah Mariam. kerana ini moyang saya.

    terima kasih.

  3. Assalamualaikum saudara…boleh saya tahu di manakah makam ini…saya ingin melihatnya dengan anak mata saya sendiri….tolong emailkan kepada saya lokasinya.. wassalam

  4. munadi says:

    assalamualaikum, sejarah yang ada hanya berkisar yang 4 beradik saja kenapa untuk daeng kemasi tidak ada kejelasannya sejarahnya di sambas kalimantan barat

    • munadi says:

      ape kire kire yang dapat dijadikan dasar untuk mengetahui sejarah anak beranak keluarge daeng kemasek, sebab kubornye juwa maseh meragukan juwak yang ade di sambas

  5. panglima riau says:

    assalamualaiikom.w.w

    bagi yg merasa ada garis keturunan tok Daeng Celak boleh lah kite bersilaturrahmi untuk mempereeratkan lagi tali persaudaraan moyang kita,yg telah lama terpisah.

    saya FAUZIAH BINTI ISMAIL SAM cucu dari DAENG ALI keturunan ke 3 DAENG CELAK
    alamt saya jl.Raja ishak abdullah. Meral tanjung Balai Karimun.RIAU

  6. Dahlan Maritengah says:

    Tabe selessureng….., Biarlah sejarah yang mencatat bahwa siapapun dan darimanapun keturunan kita, itu adalah sisilah yang telah lalu, sekarang yang terpenting ikutilah jejak mereka yang baik agar dapat dipertemukan dikemudian dengan tempat yang baik pula, insya Allah.

  7. cek says:

    nak tau susur galur daeng merewah..please anak n keturunan nya..

  8. Mat says:

    ..belum habis cerita tu..bila orang-orang Riau datang untuk meminta Daeng Chelak kembali ke Riau..apa yang berlaku? Adakah Daeng Chelak pulang ke Riau atau tidak? Kalau ada jawaban konkrit barulah kita boleh kata di mana makamnya. Kalau Daeng Chelak dah suruh anaknya raja Lumu ganti tempatnya di Selangor kemungkinan besar DC kembali ke Riau dan mangkat di sana. Kecuali dalam pelayaran beliau mangkat dan terpaksa kembali ke Linggi dan di kebumi . Ini teori hamba . Wallahualam.

  9. munadi says:

    asslamu’ailaikum, masalah mati orang ndak ade yang tahu, laa tadri nafsun madza taksibu ghoda, hanya biasenya orang tue kte mempunyai pirasat, dan biasenye die mau mati ade berpesan baik ke aneknye sorang tapi biasenya yang lebih dekat bepesan kepade keponakannya yang biase die die ngobrol cari cerite keponakannye iyelah yang bise mendekati kebenaran sejarahnye di mane dia dikubor !!!!!!!

  10. ..benar..sejarah melayu ni selalunya tergantung dan seolah-olah suh org pikir sendiri apa yg berlaku kemudian dan kemudian..itu pasal lah banyak bercanggah samada DC balik ke Riau atau tidak. RLumu pasti tahu..
    hamba minta Tok syeikh tolong tunjukkan makamnya Daeng Chelak. hamba teringin melawat. hamba dah sampai ke tanah perkuburan tjg bidara depan balai cerap dan bertanya seorg tua tetapi dia kata ‘ tak pernah dengar pun..’ malah salam hamba pun tak dijawab. tolong ya tok syeikh
    tuan boleh email saya . terima kasih tuan

    :- nak minta pemanis & pelaris wajah dari tok syeikh. boleh ..?

  11. denny says:

    ma’af kalau salah..setau saya makam daeng celak ada d tg pinang kepulauan riau.tepat nya d sei ladi..50meter dari makam daeng celak ialah makam daeng marewa..sekedar informasi..

  12. NORDIN says:

    SEPATUTNYA IA DIJADIKAN BACAAN SEJARAH SEKOLAH RENDAH DAN MENEGAH AGAR ANAK MALAYSIA KETAHUI ASAL NEGARA MALAYSIA DAN ANAK MELAYU. TAHNIAH ATAS KETRANGAN YANG DIBERI.

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s