Batu mani gajah Pakcikli

Pengunaan Mani gajah untuk pengaseh dan pelaris perniagaan adalah tidak asing lagi dikalangan mereka berkaseh dan berdagang.Bagaimansa pun tidak banyak mereka mengetahui bagaimana mani gajah itu diperolehi.

Mani gajah biasanya adalah di perolehi daripada gajah tunggal yang mengawan ia itu bersetubuh. Gajah tunggal adalah gajah jantan yang gagah perkasa. Gajah tunggal adalah seperti raja gajah yang suka menyendiri walau pun disukai dan disegani oleh gajah gajah yang lain. Di hutan belentara harimau yang dikenali sebagai Sang Raja Rimba pun tidak berani berdepan dengan gajah tunggal.

Ketika bulan purnama (penuh) gajah tunggal mengalami berahi yang kadangkala disebut turun minyak. Ketika berahi gajah tunggal menjadi terlalu garang dan bengis. Gajah tunggal yang sedang berahi melibas belainya kesana kemari tak tentu hala selagi tidak dapat apa yang di idamnya ia itu gajah betina yang ngacang.

Bila gajah gajah yang lain mengetahui gajah tunggal sedang berahi, mereka membuat satu lingkaran dengan gajah betina berada di dalam lingkaran tersebut untuk memberi laluan kepada gajah tunggal melepaskan berahinya. Gajah tunggal akan masuk kedalam lingkaran dan memilih gajah betina yang cocok ia itu yang di sukainya. Ketika gajah tunggal mengawan maka gegak gempitalah bunyinya di belantara (hutan) tersebut dengan pekikan dah lolongan gajah betina yang menjadi sasaran berahinya. Tidak diketahui pula samada pekikan kesakitan atau kenikmatan yang amat sangat. Posisi pasangan gajah mengawan adalah seperti manusia ia itu yang betina terlentang dan jantannya tertirap kata mereka yang pernah mengintainya. Keberahian gajah tunggal yang sedang mengawan cuma berakhir setelah air maninya bercucuran masuk ke dalam kemaluan gajah betina sehingga ada yang bertaburan jatuh ke bumi.

Sebaik selesai mengawan gajah betina lemah lesu keletihan sementara gajah tunggal pula memastikan air maninya yang bertaburan jatuh kebumi dikambus dengan teliti kedalam tanah supaya tidak diketemui manusia.Mereka yang mengintai gajah tersebut mengawan cuma menanda tempat air mani gajah tunggal yang dikuburkannya setelah kumpulan gajah tersebut pergi bersama rombongannya.Mereka yang mengintai gajah tunggal mengawan harus kembali segera ke kampong (rumah) kerana gajah tunggal sering datang kembali ketempat ia mengawan untuk memastikan maninya yang ditanam tadi tidak diambil orang. Jika gajah tersebut bertemu manusia di tempat tersebut alamat di kejarinyalah sampai tidak cukup tanah sehingga ke lubang cacing.

Mereka yang berjaya mengali kuburan mani gajah biasanya akan menemui mani gajah yang kian lama kian keras sehingga lama kelamaan menjadi macam batu. Mani gajah inilah yang di olah dan diramu kedalam minyak untuk menjadi minyak mani gajah.

About Sifuli

Bicara tentang makan minum, tidur baring, dan beranak pinak yang membina adat resam untuk kehidupan rohani, jasmani, jiwa dan raga. Diantara weblog Sifuli yang popular adalah seperti berikut: Dukun Asmara bicara tentang beranak pinak. Hipnotis Sifuli bicara tentang tidur baring. Jalan Akhirat bicara tentang adat resam (agama) Doa Ayat dan Zikir untuk rohani jasmani jiwa dan raga. Jika tak suka sekali pun janganlah tinggalkan komentar yang keterlaluan. Kerana segalanya adalah sekadar ilmu pengetahuan. Wasalam.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s